"Dia bukan politisi dan juga bukan kasus asmara. Ini terkait kasus korupsi dan perebutan kekuasaan," kata pria yang akrab disapa Ngabalin ini saat berbincang dengan detikcom, Selasa (18/3/2009) malam.
Menurutnya, Nasrudin, yang merupakan kawan dekatnya sejak masih aktif di Pelajar Islam Indonesia (PII) pernah menyampaikan sesuatu hal penting padanya.
"Kemungkinan dia ini saksi kunci, dia punya data dan dokumen. Dia pernah bercerita meminta dukungan, waktu bertemu 1 bulan lalu di Hotel Le Meridein," ujar Ngabalin tanpa mau memerinci lebih jauh.
Dia yakin, bila dokumen yang dipegang sahabatnya, yang juga Direktur PT Putra Rajawali Banjaran (PRB) itulah yang membuat sejumlah pihak ketar ketir.
"Dia mau membongkar dan saya menduga mungkin ini menjadikan dia orang yang sangat berbahaya lalu kalau dibiarkan leluasa akan banyak orang yang terseret," jelasnya.
Ngabalin juga menuturkan bila Nasrudin pernah bercerita kalau posisinya banyak diincar orang, dan soal karir dia yang terlalu cepat sehingga membuat tidak disenangi sejumlah pihak.
"Ini menjadi kewenangan kepolisian yang memiliki kompetensi untuk menyelidiki dan mendalami," tutupnya. (ndr/irw)











































