"Saat ini Puslabfor Mabes Polri masih menguji peluru yang digunakan. Dalam satu pekan ini diusahakan sudah dapat diketahui hasilnya," ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisarsi Besar M Iriawan saat dihubungi wartawan, Selasa (17/3/2009). Â
Tujuan dari uji balistik itu sendiri adalah untuk mengetahu senjata jenis apa yang digunakan. Selain itu juga, pengujian ini, kata dia, adalah untuk mengetahui siapa pemegang senjata tersebut.
Iriawan mengatakan, uji balistik tidak dapat dilakukan dengan tergesa-gesa agar hasilnya optimal. Karena itu, pihaknya belum dapat memastikan jenis apa senapan yang digunakan apakah Revolver atau lainnnya.
"Kita tunggu saja," tutupnya.
Nasrudin ditembak oleh orang tak dikenal pada Sabtu (14/3/2009) siang. Dia ditembak usai bermain golf di kawasan Modernland, Tangerang.
Dua peluru yang ditembakkan pelaku melalui kaca kecil mobil, berhasil menembus kepala korban. Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Mayapada, Tangerang.
Namun, Nasrudin kemudian menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subrtoto pada Minggu (15/3/2009). Hingga kini, jajaran Kepolisian Daerah Metro Jaya belum berhasil menangkap pelaku yang diduga pembunuh bayaran itu. (mei/ndr)











































