Menhan: Kesan Kacaukan Pelaksanaan Pemilu

TNI Tewas Ditembak OPM

Menhan: Kesan Kacaukan Pelaksanaan Pemilu

- detikNews
Senin, 16 Mar 2009 18:21 WIB
Jakarta - Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono menyatakan, kasus penembakan terhadap anggota TNI di Papua untuk mengacaukan pelaksanaan kampanye Pemilu 2009 di lapangan. Namun, dalam menangkap pelaku penembakan, TNI dan Polri tidak menggunakan cara kekerasan.

"Nanti Panglima TNI yang menjelaskan, tapi kesannya, kita melihat gejala-gejala keinginan untuk mengacaukan keadaan yang di lapangan yang periodik terjadi mendekati acara besar seperti pemilu," kata Juwono Sudarsono usai menyematkan penganugerahan bintang Yudha Dharma Utama kepada Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso di kantornya Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Senin (16/3/2009).

Hal itu dikatakan Juwono Sudarsono menanggapi adanya serangan Organisasi Papua Merdeka (OPM) pada Sabtu pekan lalu 14 Maret 2009 di sekitar Pos Geruge Monia. Serangan tersebut menewaskan Prajurit Satu TNI AD Seful Yusuf, anggota Satgas Rajawali dari satuan Kompi Senapan D Yonif 754.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Juwono dirinya masih percaya keberadaan TNI di Papua untuk mendukung Polri dalam porsi yang tepat, terukur dan pas untuk menggelar kekuataan supaya demokrasi berjalan. Mengenai berbagai pernyataan politik di lapangan masih bisa ditolerir sampai batas-batas tertentu, baru melakukan tindakan.

Apakah penembakan tersebut masih dianggap wajar, tanya wartawan lagi. "Saya kita kalau dianggap wajar tidak. Kita ingin keadaan di lapangan jangan sampai membuat petugas TNI dan Polri bertindak melebihi kewenangannya. Karena itu, kita minta agar siapa pun

Penggeraknya di belakang jangan coba-coba, karena semua anggota TNI dan Polri sudah dilatih untuk bertindak dan melaksanakan tugas secara terukur dan tegas.

Hanya perlu sekali akan menggunakan kekerasan yang disahkan," ungkapnya panjang lebar. (zal/ken)


Berita Terkait