Pakar: Jangan Terlalu Berharap Pada Uni Eropa

Pakar: Jangan Terlalu Berharap Pada Uni Eropa

- detikNews
Senin, 16 Mar 2009 16:46 WIB
Pakar: Jangan Terlalu Berharap Pada Uni Eropa
Yogyakarta - Uni Eropa atau European Union (EU) terbukti berhasil secara ekonomis dengan adanya mata uang bersama Euro. Namun Uni Eropa tidak bisa diharapkan untuk hal-hal yang lain, misalnya masalah keamanan dan politik luar negeri.

Hal itu diungkapkan pakar hubungan internasional Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof Dr Mochtar Mas'oed dalam acara 'Konvensi Perdana Studi Eropa di Indonesia' di gedung Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM), Jl Teknika Utara, Yogyakarta, Senin (16/3/2009).

"Yang paling berhasil di bidang ekonomi, di bidang lain tidak. Sedang yang paling kurang berhasil di antaranya soal defense atau pertahanan," ungkap Mochtar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut dia, tidak mengherankan bila banyak kritikan dari para kritisi bila Uni Eropa itu ibaratnya seperti 'si jago mogok', sebuah mobil yang penuh muatan yang berada di kubangan lumpur.

"Didorong terus tapi tidak bisa jalan. Ini akibatn kesulitan institusional, ada badget kecil tapi ngomong terus padahal sementara ini dunia perlu Uni Eropa lebih aktif berperan," katanya.

Dia mengatakan gerakan menyatukan Eropa itu lebih banyak diilhami oleh Emanuel Kant yakni kegiatan bersifat ekonomis itu jauh lebih penting dibanding yang lain. Dengan demikian tak mengherankan bila yang berhasil di sisi ekonomi.

Menurut guru besar Fisipol UGM itu, Uni Eropa banyak mengalami kesulitan ketika harus mengambil keputusan cepat atau mengambil tindakan di luar Uni Eropa. Dalam beberapa kasus menunjukkan, mereka sangat terkendala ketika harus mengambil sikap yang berkaitan dengan negara di luar Eropa.

"Dalam menanggapi kasus Irak misalnya atau konflik di berbagai dunia lainnya, mereka lambat sekali. Karena komandannya banyak sehingga sering menbuat negara lain seperti As jengkel," katanya.

Di sisi lain lanjut Muchtar, Uni Eropa juga mengalami kesulitan secara institusi. Sebagian besar perhatian Uni Eropa masih dalam wilayah sendiri. Budget untuk eksternal affairs juga kecil sekitar 4,4 persen.

"Inistiatif internasionalnya juga lambat. Kalau melihat seperti itu, kita belum bisa berharap," pungkas dia. (bgs/djo)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads