Pasutri yang Hilang Misterius Ditemukan Tewas Mengenaskan

Pasutri yang Hilang Misterius Ditemukan Tewas Mengenaskan

- detikNews
Senin, 16 Mar 2009 15:07 WIB
Denpasar - Pasangan suami istri Yoseph Indawan (40) dan Maria Maiwati Atata (37) ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan tersangkut di jurang kedalaman 8 meter di Desa Pegayaman, Kabupaten Buleleng, Bali. Pasutri yang menghilang misterius sejak Rabu (11/3/2009) diduga dibunuh calon pembeli mobil.

Penemuan mayat tersebut disampaikan Kabid Humas Polda Bali AKBP Gde Sugianyar di Mapolda Bali, Senin (16/3/2009). "Mayat yang ditemukan ini diduga pasutri yang menghilang beberapa hari lalu," kata Sugianyar.

Mayat pasutri ini ditemukan oleh warga setempat dalam kondisi mengenaskan tersangkut di dinding jurang, pukul 10.00 Wita. Ciri-ciri mayat korban adalah, laki-laki kepala botak, tinggi 165 cm dengan luka di bagian belakang kepala. Perempuan yang memiliki tinggi 163 cm mengalami luka di kaki kiri bawah serta terdapat cincin kawin di tangan bertulisan Yoseph. Saat ditemukan, kondisi kedua mayat telah membusuk dikerumuni ulat serta anjing.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Korban sebelumnya dikabarkan hilang saat menjual mobil Swift nomor polisi DK 1304 AI pada Selasa lalu. Pasutri ini berencana menemui calon pembeli setelah menawarkannya melalui iklan di koran. Saat itu, pasutri ini membawa anaknya Yovani Olivia (1,5).

Namun setelah sehari pergi menjual mobil keberadaan pasutri ini tidak menentu. Keluarga menduga pasutri ini diculik oleh calon pembeli mobil. Keesokan harinya, balita Olivia ditemukan dalam keadaan hidup di pantai Seminyak Bali. Diduga, balita malang ini dibuang di pantai oleh pelaku. Sugianyar menduga bahwa pasturi ini tewas dibunuh saat menjual mobil kemudian dibuang ke jurang.

"Kemungkinan ada unsur perampasan mobil serta kekerasan yang mengakibatkan korban meninggal," kata Sugianyar.

Tanda-tanda perampasan pun kian kuat setelah mobil Swift yang hendak dijual korban hingga kini belum ditemukan. Rencananya mayat korban akan dibawa ke RSUP Sanglah untuk divisum.

"Visum nanti akan mengungkap penyebab kematian korban," ujarnya.

Keluarga korban begitu mengetahui pasutri ini tewas menangis histeris.Β  Korban meninggalkan empat orang anak yang masih kecil-kecil. (gds/djo)


Berita Terkait