Pesawat Luar Angkasa Discovery Diluncurkan, Bawa Awak WN Jepang

Pesawat Luar Angkasa Discovery Diluncurkan, Bawa Awak WN Jepang

- detikNews
Senin, 16 Mar 2009 13:50 WIB
Pesawat Luar Angkasa Discovery Diluncurkan, Bawa Awak WN Jepang
Cape Kennedy - Setelah tertunda diluncurkan karena terdapat kebocoran di tangki bahan bakar, akhirnya pesawat ulang alik Discovery diluncurkan dengan mulus. Pesawat ini membawa serta awak berwarganegara Jepang untuk pertama kalinya.

Discovery meluncur mulus dari Pusat Stasiun Luar Angkasa Internasional Kennedy, Cape Canaveral, Florida, AS pukul 20.43 waktu setempat seperti dilansir dari Reuters, Senin (16/3/2009).

Pesawat ini diawaki 8 awak, salah satunya warga negara Jepang pertama yang ikut dalam pesawat Discovery Koichi Wakata (45). Tahun lalu NASA memakai salah satu komponen dari laboratorium Kibo dari Jepang yang diorbitkan ke stasiun luar angkasanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Lebih dari 20 tahun sejak Jepang memulai usahanya, berpartisipasi dalam program Stasiun Luar Angkasa Internasional. Untuk bisa melakukan berbagai percobaan kita harus tinggal di sana untuk waktu yang lama. Saya sangat beruntung bisa berpartisipasi dalam rangka meng-utilisasi modul Kibo," ujar Wakata sebelum terbang.

Selain Wakata, awak pesawat ini dikomandoi Lee Archambault (48), dipiloti Dominic "Tony" Antonelli (41), dan awak lain seperti Steven Swanson (48), Joseph Acaba (41),Β  Richard Arnold (45) dan John Phillips (57).

Misi utama Discovery adalah memasangkan sepasang panel solar di stasiun orbit, yang menjadi bagian terakhir kerangka luar stasiun. Panel bernilai US$ 300 juta ini dipasang untuk meningkatkan sumber tenaga stasiun. Panel solar ini berkekuatan 120 kilowatt, yang bisa menghidupi 42 rumah seluas 2.800 kaki persegi.

Para awak juga akan memperbaiki sistem pemurnian air, yang mengubah urin menjadi air bersih layak minum. Discovery juga akan melakukan perawatan dan menyiapkan untuk misi selanjutnya.

Discovery yang berkecepatan 17.500 mil per jam akan menghabiskan waktu 13 hari untuk melakukan misinya di stasiun orbit yang terletak 360 km di atas Bumi. (nwk/iy)


Berita Terkait