Mengapa? Informasi yang didapatkan detikcom, Senin (16/3/2009), pelaku penembakan mengetahui secara pasti mana kaca mobil yang biasanya tidak dilapisi kaca anti peluru.
"Dilihat dari cara menembaknya, penembak itu memang terlatih. Dia juga tahu mana kaca mobil yang biasanya tidak antipeluru," kata sumber detikcom yang mengetahui banyak tentang senjata dan kaca antipeluru.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kaca jendela kecil memang tidak dibuat antipeluru karena ada beberapa alasan. Pertama, ancaman penembak biasanya akan datang dari kaca yang besar. Lagi pula penembak juga akan sulit melepaskan tembakan dari kaca bagian kecil itu. Kedua, untuk pengamanan, bila sistem otomatis tiba-tiba macet. Kaca yang akan dihancurkan adalah kaca jendela bagian kecil itu, sehingga penumpang mobil bisa membuka pintu secara manual dari luar.
Β
Namun, sumber ini tidak bisa memastikan apakah kaca mobil BMW warna silver milik Nasruddin itu memang berkaca antipeluru. Namun, biasanya, mobil sekelas BMW yang berharga mahal seperti itu sudah dilapisi dengan kaca antipeluru.
Saat ini polisi masih terus memburu pelaku penembakan. Kaliber peluru sudah dikantongi polisi, meski masih dirahasiakan. Dari kaliber peluru ini akan diketahui senjata jenis apa yang dipakai pelaku.
Nasrudin Zulkarnaen, direktur PRB, yang merupakan anak perusahaan BUMN PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) ditembak orang tak dikenal pada Sabtu (14/3/2009) seusai main golf di lapangan golf Modernland Tangerang. Dua peluru mengenai kepalanya.
Setelah mendapat penanganan di RS Mayapada Tangerang, Nasruddin yang koma, dilarikan ke RSPAD Gatot Soebroto. Namun, pada Minggu (15/3/2009) pukul 12.05 WIB, Nasrudin meninggal dunia.
(asy/nrl)











































