Pencuri Arca Buddha Diduga Jaringan Internasional

Pencuri Arca Buddha Diduga Jaringan Internasional

- detikNews
Senin, 16 Mar 2009 02:14 WIB
Palembang - Meskipun mengaku tidak mengerti barang yang dicurinya memiliki nilai tinggi, yakni arca Buddha peninggalan kerajaan Sriwijaya, tetapi kepolisian daerah Sumatra Selatan, menduga keempat pelaku yang tertangkap Minggu (15/03/2009), mengerti soal benda-benda purbakala atau masuk dalam jaringan internasional.

“Dapat saja melibatkan jaringan internasional atau para pemburu benda-benda antik, tetapi ini masih kita telurusi,” kata Kapolda Sumsel, Irjen Pol Sisno Adiwinoto, di Mapolda Sumsel, Jalan Jenderal Sudirman, Palembang, Minggu 15 Maret 2009.

Indikasi ini, dapat dilihat dari modus pencurian. Beberapa waktu lalu, November 2008, mereka sukses mencuri Trisula Palembang, dan tanpa diusut atau tertangkap. Kesuksesan itu membuat mereka mengulanginya dengan mencuri arca Budha.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kelompok ini sebenarnya melibatkan lima orang. Yakni Rahmat Hidayat alias Ikang (17) warga Jalan Srijaya, Lorong Kota Baru, RT 08/03, KM5, Kelurahan Srijaya, Kecamatan Alang Alang Lebar (AAL), Palembang, Hendra Wijaya (30) warga Jalan Srijaya, RT14/05, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Sukarami, Palembang, Hasanudin (43) warga Jalan H Sanusi, RT30/05, Kelurahan Sukabangun, Kecamatan Sukarami, Palembang, serta Edwin Suprayogi (39) warga Jalan Swadya, RT13/04, Kelurahan Talang Aman, Kecamatan Kemuning, Palembang.

“Benda tersebut belum dijual mereka, sehingga berhasil kita amankan dan kini kita sita untuk penyidikan hingga ada putusan pengadilan,” kata Sisno.

Terlilit Utang


Si pelaku pencuri arca Buddha, Rahmat Hidayat (17), kepada polisi di ruang pemeriksaan Unit Jatanras Polda Sumsel, mengaku mencuri arca Budha itu lantaran terlilit utang kepada temannya yang bernama Hendra. Dan Hendra lah yang memaksa dirinya melakukan pencurian tersebut.

“Aku ada utang dengan Hendra dan disuruh mencuri arca itu. Utangku sebesar Rp 250 ribu,” kata Rahmat, yang kaki kirinya ditembak lantaran ingin melarikan diri saat ditangkap.

”Dia menagih utang itu dan saya tidak ada uang, dia menyuruh saya mencuri patung agar dapat melunasi utang,” kata Rahmat menegaskan. (tw/anw)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads