Kaliber peluru juga sudah diketahui, namun rahasia. "Itu menjadi urusan Puslabfor," kata ahli forensik Abdul Munim Idris di RSCM.
Menurut Nasrudin, kalau kaliber itu dipublikasikan, dikhawatirkan senjata yang digunakan untuk menembak korban buru-buru dibuang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia, Nasrudin ditembak dari jarak jauh. "Dalam arti, jarak tembak 60 cm dengan senjata genggam masuk kategori jauh," ujarnya.
Munim menjelaskan, proyektil tersebut telah diangkat. Kondisinya tidak utuh karena sudah mengenai kaca mobil dan ada sebagian yang jatuh di jok mobil. (nrl/nrl)











































