"Hujan es, angin, hujan deras yang sebentar sebabnya cuma satu yaitu awan cumolonimbus. Awan itu bisa terbentuk karena kondisi awan lokal," ujar Kepala Sub Bidang Informasi Meteorologi Publik Badan Metereologi dan Geofisika (BMG) Jakarta Kukuh Ribudiyanto kepada detikcom, Minggu (15/3/2009).
Menurut Kukuh, musim pancaroba bisa berlangsung selama dua minggu hingga sebulan. Musim pancaroba terjadi pada Maret hingga April. Sedangkan awal musim kemarau terjadi pada April-Mei. Akhir musim kemarau diprediksi pada Agustus.Kukuh menambahkan, saat musim pancaroba terjadi kelembaban, radiasi dan penguapan tinggi. Meski demikian, hal itu tergantung dari perkembangan awan Cb.
Kukuh meminta masyarakat untuk berhati-hati dan tetap waspada dengan musim pancaroba ini. "Kalau musim hujan waspada terhadap banjir. Kalau transisi waspada angin, hujan es, petir. Musim kemarau waspada kebakaran," ungkap dia. (nik/nrl)











































