Dokter: Kami Tak Bisa Berbuat Apa-apa

Direktur Ditembak

Dokter: Kami Tak Bisa Berbuat Apa-apa

- detikNews
Minggu, 15 Mar 2009 13:20 WIB
Dokter: Kami Tak Bisa Berbuat Apa-apa
Jakarta - Dokter ICU RSPAD Gatot Subroto angkat tangan dalam menangani Direktur PT Putra Rajawali Banjaran (PRB), Nasrudin Zulkarnaen (41) yang kini sudah meninggal. Dokter mengaku tidak bisa berbuat apa-apa.

"Ketika korban dibawa ke sini kami tidak bisa berbuat apa-apa," ujar Kepala ICU RSPAD Gatot Subroto dr Christian Johanes di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Minggu (15/3/2009).

Menurut Christian, Nasrudin merupakan pasien rujukan dari RS Mayapada, Tangerang. Saat dibawa ke RSPAD, 1 peluru masih bersarang di kepala Nasrudin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Peluru yang satu menembus, yang satu lagi bersarang di kepalanya. Sehingga menimbulkan kerusakan pada pembuluh otak," jelas Christian.

Christian mengatakan, pihaknya hanya memberi obat kepada Nasrudin untuk menghentikan pembengkakan di otak.

"Karena pembuluh tersebut membuat kepalanya membengkak, dia meninggal pukul 12.05 WIB," pungkas Christian.

Nasrudin ditembak di kepala oleh pria yang mengendarai motor usai main golf di Modernland, Tangerang. Saat ditembak, Nasrudin berada di jok belakang BMW, Sabtu (14/3/2009).

Nasrudin ditembak 2 kali. 2 Timah panas mengenai pelipis kirinya dan kepalanya. Sabtu malam dia dirujuk ke RSPAD Gatot Subroto dari RS Mayapada karena masih koma gara-gara 1 timah panas lagi masih bersarang di kepalanya.

Nasrudin meninggal dunia tepat pukul 12.05 WIB di RSPAD Gatot Subroto karena 1 proyektil masih bersarang di kepalanya. Nasrudin akan dikebumikan di tanah kelahirannya di Makassar. (nik/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads