Mantu, Gus Mus Gelar Panggung Kampanye untuk 'ICMI'

Mantu, Gus Mus Gelar Panggung Kampanye untuk 'ICMI'

- detikNews
Minggu, 15 Mar 2009 02:53 WIB
Mantu, Gus Mus Gelar Panggung Kampanye untuk ICMI
Rembang - Pengasuh Ponpes Raudlatuth Thalibien, Rembang, Jateng, KH Mustofa Bisri menikahkan putri keenamnya di kompleks pesantren yang diasuhnya. Dalam perhelatan tersebut, Gus Mus, demikian sapaan akrab sang kiai, menggelar panggung rakyat dengan mengundang 'ICMI'.

'ICMI' yang diundang Gus Mus bukanlah organisasi cendekiawan muslim yang berjaya di zaman Orde Baru (Orba). Tapi 'ICMI' ini adalah singkatan dari Ikatan Caleg Miskin Indonesia. Mereka adalah para caleg yang bahkan tidak mampu membiayai pencalegannya.

"Para caleg di ICMI ini katanya tak mampu untuk sekadar memasang poster dirinya, apalagi bagi-bagi uang seperti caleg-caleg yang kaya. Karenanya kita perlu memberi kesempatan kepada mereka untuk tampil menyampaikan program-programnya," ujar tuan rumah saat memberikan sambutan pembukaan panggung rakyat, Sabtu (14/3/2009) malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yang tampil di panggung adalah caleg-caleg melarat dari Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU), Partai Bulan Bintan (PBB).

Kepada mereka dipersyaratkan hanya boleh memperkenalkan diri, visi dan misinya, tapi dilarang menyerang caleg lain dan partai lain. Untuk mengontrol pidato caleg, tuan rumah juga mengundang Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Rembang.

Jatah waktu yang diberikan untuk masing-masing caleg untuk memberikan orasi politik adalah lima menit. Tapi dasar caleg, miskin nggak miskin, jika ada kesempatan 'manggung' tetap saja ingin berpanjang-panjang bicara sehingga pemandu acara harus naik panggung mengingatkan jatah waktu yang telah habis.

Selain itu panggung juga sejumlah seniman yang diundang hadir oleh tuan rumah. Diantaranya penyair 'celurit emas' D Zawawi Imron, pedongeng kondang Kak Wes Ibnu Say, dalang Slamet Gundono, cerpenis Triyanto Triwikromo, penyair Sosiawan Leak, grup musik pimpinan musisi Anis Baasyin, mantan model Ratih Sanggarwati dan para pengisi acara lainnya.

Sedangkan tamu yang hadir memperlihatkan luasnya pergaulan tuan rumah. Ada para kiai dari berbagai daerah, pejabat daerah, budayawan, masyarakat sekitar dan tentu saja ratusan santri yang berkumpul mengitari panggung yang didirikan di tengah jalan di kompleks pesantren.

Turut hadir juga Wakil Gubernur Jatim Syaifullah Yusuf. Syaifullah yang mengenakan sarung berbaju koko layaknya santri pondok, ikut duduk lesehan santai bergabung di tengah-tengah hadirin dan ikut tertawa-tawa lepas sejak panggung dimulai hingga acara berakhir pada Minggu 15 Maret 2009 dinihari (mbr/nwk)


Berita Terkait