"Tadi pukul 03.00 WIB pagi saya ke sini untuk mengambil airnya, terus saya oleskan di leher bagian belakang," kata Ibu Amang (50), kepada detikcom di lokasi, Sabtu (14/3/2009).
Warga Jl Kancil ini menuturkan, awalnya lehernya terasa pegal-pegal. Namun, setelah diolesi cairan tersebut, langsung sembuh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
'Tangisan' pohon Elo lebih sedikit dibandingkan dengan pohon beringin. Namun, warga tetap beramai-ramai mengambil air dari pohon yang dipotong masih agak panjang itu.
Pantauan detikcom, sekitar sepuluh bocah mengerubuti pohon buah Elo. Mereka mengambiil air dengan cara dimasukkan ke dalam botol. Cairan yang mirip air kelapa muda itu lantas diberikan kepada orang tua mereka. (irw/gah)











































