Bhiksu dan Dupa Mengepul di Depan Buddha Bar

Bhiksu dan Dupa Mengepul di Depan Buddha Bar

- detikNews
Sabtu, 14 Mar 2009 14:54 WIB
Bhiksu dan Dupa Mengepul di Depan Buddha Bar
Jakarta - Dupa-dupa mengepul di depan Buddha Bar. Puluhan orang, termasuk 4 bhiksu, tak henti merapal mantra-mantra doa.

Mereka memprotes keberadaan Buddha Bar yang dianggap melecehkan keyakinannya. Oleh karena itu, sekitar 200 umat Buddha dari Majelis Agama Buddha Therafada Indonesia (Magabudhi) meminta bar tersebut ditutup atau diganti namanya.

"Menolak Buddha Bar." Tulisan tersebut tergores tegas dalam spanduk ukuran kira-kira 1x3 meter. Para demonstran juga membawa setangkai bunga dan lilin di masing-masing tangannya.

"Kami menolak adanya buddha bar. Kami minta untuk segera ditutup atau diganti dengan nama lain," kata ketua Magabudhi Suryawidya di lokasi kejadian Jl Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (14/3/2009).

Sudah hampir 20 menit hingga pukul 14.30 WIB, aksi damai tersebut masih berlangsung. Terik matahari yang menyengat tidak membuat mereka menyudahi aksinya.

"Pokoknya kita minta pemerintah harus bertindak tegas. Karena ini telah melecehkan keyakinan dan agama kami," tegas Suryawidya.

Meski telah digeruduk massa, Buddha Bar tampak lengang dan sepi-sepi saja. Guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan 50 polisi berjaga-jaga membuat pagar betis di depan bar tersebut. (gah/irw)


Berita Terkait