HI UGM Gelar Konvensi Perdana Studi Eropa

HI UGM Gelar Konvensi Perdana Studi Eropa

- detikNews
Jumat, 13 Mar 2009 18:55 WIB
Yogyakarta - Jurusan Hubungan Internasional (HI) Universitas Gadjah Mada (UGM) akan menggelar konvensi perdana Studi Eropa. Konvensi yang akan akan digelar selama tiga hari itu akan membahas berbagai isu-isu mengenai Eropa yang berkaitan Indonesia.

"Ini adalah konvensi perdana untuk studi Eropa dan belum pernah dilakukan oleh kampus lain di Indonesia," kata Ketua Panitia Hanafi Rais kepada wartawan di kampus Fisipol Universitas Gadjah Mada (UGM), Bulaksumur, Yogyakarta, Jumat (13/3/2009).

Hanafi mengatakan Eropa saat ini telah mengalami tranformasi secara dramatis. Negara-negara yang pernah mengalami perang dunia sebanyak dua kali itu, sudah berubah di awal abad 21.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Negara-negara Eropa berhasil disatukan. Saat ini menjadi negara paling stabil dan makmur. Mereka juga berhasil memiliki mata uang bersama, Euro yang jadi mata uang dunia," katanya.

Menurut dia, ada banyak hal dan isu Eropa yang berkaitan dengan Indonesia. Namun respon Eropa terhadap Indonesia tidak maksimal. Isu-isu itu bisa berkaitan dengan kebijakan yang diambil Eropa terhadap Indonesia saat ini.

"Seperti kasus larangan terbang Indonesia di Eropa, kasus itu tak pernah selesai karena itu berkaitan dengan teknis dan standarisasi," kata Hanafi mencontohkan.

Konvensi yang dimulai tanggal 16-18 Maret 2009 itu kata dia, akan menggelar tiga acara penting yakni konferensi, meeting dan update. Konvensi merupakan forum ilmiah dengan menghadirkan 35 pembicara dari berbagai latar belakang dan akademisi diantaranya dari Italia, Austria, Ceko dan India.

"Tema besarnya, 'Bulding peace and prosperity through integration in Europe," katanya.

Sedang meeting yang akan digelar bersamaan adalah forum untuk membangun jaringan kajian Eropa di Indonesia. Sedang update akan membicarakan hubungan Indonesia-Eropa komtemporer terkait isu-isu global seperti pemanasan global, perdagangan, kerjasama ekonomi dan larangan terbang.

"Dirjen Amerika-Eropa Deplu Retno LP Marsudi dan Dubes Uni Eropa untuk Indonesia, Julion Wilson juga akan hadir," katanya. (bgs/djo)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads