Marnie Pearce asal Inggris telah berpisah dengan suaminya, Ihab El-Labban asal Mesir. Saat itu, mantan suami Pearce mendatangi rumah wanita berusia 40 tahun itu di Dubai. Ketika El-Labban datang, dia melihat eks istrinya itu sedang minum teh dengan seorang pria.
El-Labban pun melaporkan istrinya ke polisi dengan menuduhnya berzina. Saat itu, kedua orang tersebut tengah memperebutkan hak asuh atas kedua anak mereka: Ziad (4) dan Laith (7).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kasus ini menuai protes dari organisasi HAM Amnesty International. "Dia seharusnya segera dibebaskan dan tanpa bersyarat," kata pejabat Amnesty, Tim Hancock seperti dilansir Daily Telegraph, Jumat (13/3/2009).
Pearce telah tinggal di Dubai selama 15 tahun. Kini kedua anaknya berada dalam pengasuhan mantan suaminya. Pearce khawatir dirinya tak akan pernah melihat kedua anaknya lagi sebab dia akan dideportasi tak lama setelah dia dibebaskan.
Oleh hakim, Pearce divonis penjara tiga bulan. Wanita itu pun mengajukan banding atas putusan tersebut. (ita/iy)











































