Begitu yang terjadi di Jalan Warung Buncit Raya, Jumat (13/3/2009) pukul 12.00 WIB. Seorang laki-laki nekat menyeberang jalan melalui busway koridor VI (Kuningan-Ragunan), tepatnya tak jauh dari halte Imigrasi. .
Akibatnya, laki-laki yang berusia sekitar 28 tahun itu hampir saja tertabrak bus TransJakarta nomor PP018. Untung saja, Pak Sopir TransJ sigap mengerem laju busnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya ampun, nyeberang kok sembarangan," ujar beberapa penumpang perempuan yang bergerombol. Bermacam gerutuan keluar dari mulut penumpang bus yang kebetulan penuh itu.
Mungkin karena kesal, Pak Sopir akhirnya membuka pintu bus dan mengingatkan si penyeberang jalan. "Tahu nggak sih kalau nggak boleh menyeberang di jalur busway. Nanti kalau tertabrak gimana?" kata sang pengemudi TransJ.
Tahu mendapat dampratan, si penyeberang jalan pun hanya diam saja. Tak lama dia berlalu dan berjalan menyeberang.
"Dia menghindari motor tapi nggak lihat kalau ada bus," gerutu Pak Sopir.
Gerutuan pria yang berusia sekitar 40 tahun itu pun disambut oleh beberapa penumpang. "Kayaknya dia stres tuh," ujar seorang bapak-bapak yang berdiri di dekat pintu. (ken/iy)











































