Penebangan dilakukan oleh Tatang (45), warga setempat. Tatang berinisiatif menebang pohon yang ramai dikunjungi orang itu agar tidak terjadi kemusyrikan.
"Biar nggak ada berita yang simpang siur. Biar warga nggak musyrik. Biarin saja kalau warga menyesalkan," kata pria yang mengenakan kaos warna hitam ini kepada detikcom, di lokasi pinggir kali Cebokan, Jalan Kesederhanaan Dalam RT 1 RW 3 Kelurahan Keagungan, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat, Jumat (14/3/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Biarin saja nanti juga kualat. Tuh kan keluar air mata. Pohon ini bisa menyembuhkan orang sakit harusnya dibiarkan saja. Walau ditebang, saya tetap akan ambil airnya kalau masih bisa," kata Ibu Sum.
Warga lainnya juga berkomentar yang sama. "Kenapa sih ditebang? Kan sayang. Bisa kualat loh. Coba saja, nanti malam makin keras nangisnya," ujar seorang pria ini. (aan/iy)











































