"Pada masa-masa terakhir karir beliau (Moerdani), memang ada beberapa perbedaan pandangan dengan Pak Harto. Tapi tidak mungkin sampai beliau menggerakkan sebuah kudeta," kata Ginandjar dalam pesan singkat yang diterima detikcom, Jumat (13/3/2009).
Letjen Purn Sintong Panjaitan, dalam bukunya 'Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando', menyatakan, Kapten Prabowo Subianto akan melakukan counter coup untuk menggagalkan rencana kudeta Letjen TNI LB Moerdani terhadap Presiden Soeharto.
Sintong yang pernah menjadi penasihat Presiden Habibie itu juga menyebut counter-coup akan dilakukan dengan menculik beberapa petinggi ABRI antara lain LB Moerdani, Letjen Soedharmono, Marsdya Ginandjar Kartasasmita dan Letjen Moerdiono.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Beliau salah seorang yang berhasil kembali dengan selamat. Beliau juga berperan penting dalam menyelamatkan republik dari kudeta PKI di tahun 1965. Beliau sangat loyal kepada Pak Harto," jelas Ketua DPD RI ini.
Ginandjar mengatakan, beberapa jenderal yang diduga terlibat dalam kudeta yang ada pada buku karya Sintong Panjaitan tersebut adalah tidak benar. "Bukan hanya tidak benar tapi bisa datang dari jiwa yang tidak sehat," imbuhnya.
Ginandjar pun sebenarnya mengagumi LB Moerdani namun bukan berarti sepaham sepenuhnya dengan visi politiknya. LB Moerdani dikenal sebagai seseorang yang memiliki kecurigaan terhadap kelompok-kelompok Islam, tidak suka ICMI, dan tidak cocok dengan BJ Habibie.
"Dalam hal ini saya tidak sejalan dengan Pak Benny. Tapi saya tidak yakin bahwa Pak Benny akan melanggar Sapta Marga dan sumpah prajuritnya dengan melancarkan kudeta," tegasnya.
(gus/iy)











































