Hal itu diungkapkan Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Prof Dr Fasli Djalal dalam acara Forum Rembug Nasional yang digelar Forum Mahasiswa Pasca Sarjana (wacana) se-Indonesia, di Hotel University, Yogyakarta, Kamis (12/3/2009).
Menurut Djalal, beberapa perguruan tinggi di Eropa ada kewajiban bagi mahasiswanya untuk kuliah satu semester sebelum lulus di luar negaranya. Program ini nantinya bisa diikutkan dalam program summer course, credit transfer atau kuliah satu semester.
"Mahasiswa Eropa sebelum lulus, harus keluar dari negaranya untuk kuliah di tempat lain selama satu semester sebelum mereka lulus dalam 4 tahun," katanya.
Kebanyakan mahasiswa Eropa memanfaatkan hal itu hanya di lingkungan negara Eropa saja. Hal ini membuat program studi yang ditawarkan pun relatif sama.
Dia mengimbau setiap PTN dan PTS bisa memanfaatkan peluang ituย dengan menyiapkan program yang bisa ditawarkan kepada mahasiswa asing Eropa dalam bentuk program unggulan masing-masing dan kegiatan KKN tematik. "Ini salah satu peluang ke depan yang harus bisa dimanfaatkan," pinta dia.
Menurutnya Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Depdiknas, berencana memberikan bantuan dana penelitian kepada 1.000 mahasiswa program Doktor sebesar 50 juta rupiah per orang. Adapun jumlah beasiswa BPPS yang baru tahun 2009 akan diberikan kepada 5.500 mahasiswa yang akan mengambil program S3 dan 2.000 mahasiswa program S2.
"Jumlah penerima beasiswa saat ini terus meningkat dibandingkan tahun 2008 lalu, program S2 hanya 2.000 orang dan mahasiswa s3 sebesar 1984. Sedang untuk penelitian dosen disiapkan Rp 200 miliar," katanya. (bgs/djo)











































