Murniati ( 33 ), istri Imam, saat ditemui di rumahnya, Desa Babadsari, Kecamatan Kutowinangun, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, tampak sangat sedih. Demikian pula dengan buah hatinya, Berliana Imam (9) dan Fiorentina (2,5).
Menurut Murni, dirinya terakhir berbicara dengan Imam melalui telepon pada tanggal 2 maret lalu. Saat itu suaminya mengatakan akan pulang pada akhir Maret.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nasib naas yang dialami Imam diketahui Murni dari pemberitaan di televisi. Dia mengaku kaget saat mengetahui nama suaminya disebut sebagai salah satu korban kecelakaan yang hilang.
"Saya kaget mas begitu mendengar ada kecelakaan kapal yang bertabrakan di Jepang. Apalagi kemudian melihat nama suami saya ada di televisi," ujar Murni.
Kondisi yang tak kalah sedihnya dialami Supartinah (75), ibunda korban Imam. Wanita lanjut usia ini bahkan sampai menangis histeris saat tahu putranya menjadi korban kecelakaan. Supartinah juga masih kerap menangis karena hingga kini jasad anaknya belum juga ditemukan.
Murni dan Supartinah mengaku pasrah menghadapi kenyataan ini. Mereka hanya bisa berharap jenazah Imam ditemukan agar bisa dimakamkan secara layak di desa kelahirannya.
"Tapi sampai sekarang tidak ada kabar dari pihak manapun mengenai nasib suami saya," tutur Murni lirih. (djo/djo)











































