Prabowo Berubah karena Dekat dengan Soeharto

Buku Sintong Panjaitan

Prabowo Berubah karena Dekat dengan Soeharto

- detikNews
Kamis, 12 Mar 2009 11:21 WIB
Prabowo Berubah karena Dekat dengan Soeharto
Jakarta - Wakil Danjen Kopassandha (kini Kopassus) Brigjen M Jasmin adalah salah satu orang yang dilapori Kapten Prabowo tentang rencana kudeta Letjen LB Moerdani pada Maret 1983. Jasmin tidak percaya mendengar penjelasan Prabowo.

"Prabowo pun marah-marah," tulis Letjen Purn Sintong Panjaitan dalam bukunya "Perjalanan Seorang Prajurit Para Komandan" di halaman 455.

Saat itu Prabowo menghadap Jasmin didampingi atasannya, Mayor Luhut Pandjaitan. "It must be something wrong with him," pikir Luhut kala itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah Luhut dan Prabowo keluar dari ruangan, Jasmin memanggil Luhut kembali. "Hut, untung kamu ada di sini. Ada apa dengan Prabowo? Kayaknya dia sedang stres berat," ucap Jasmin.

Setelah menghadap Jasmin, Prabowo dan Luhut kembali ke markas mereka yaitu Den 81/Antiteror di Cijantung. Prabowo bilang bahwa di Den 81 tidak boleh ada dua matahari.

"Di Den 81 hanya saya yang menjadi matahari. Saya komandan. Kamu wakil saya," tegas Luhut. Luhut menyatakan kekecewaannya pada Prabowo yang pernah menyiagakan pasukan Den 81 untuk melakukan counter coup tanpa sepengetahuannya

"Kamu minta saya mengambil Soeharto ke sini. Itu melakukan by pass garis komando berapa jauh?" sambung Luhut.

Sejak saat itulah hubungan keduanya menjadi retak.

Suatu ketika Jasmin berjumpa dengan Sintong. Jasmin bertanya apakah dia mendengar kasus Prabowo. "Prabowo sudah lain sekarang, karena ia dekat dengan Soeharto," ujar Jasmin.

Jasmin juga mengungkapkan bahwa rumahnya diintai oleh Prabowo. "Bahkan Prabowo sampai melompati pagar rumah saya," tambah Jasmin. Jasmin kecewa karena kesetiaannya pada negara dipertanyakan.

"Saya sudah menderita sejak Perjuangan Kemerdekaan 1945 tetapi Prabowo menuduh saya kurang setia pada negara dan bangsa sambil menuding-nudingkan telunjuk jarinya ke arah wajah saya. Luhut juga ada di situ. Malahan Luhut yang menurunkan tangan Prabowo yang menuding-nuding ke wajah saya," cerita Jasmin yang jadi marah dan sakit hati.

Sintong juga tak habis pikir mengapa Prabowo, seorang perwira Kopassandha yang semula penuh disiplin dan dedikasi, tiba-tiba berani bertindak demikian terhadap Wadan Kopassandha. "Apakah Prabowo berani bertindak demikian, seandainya ia bukan menantu Presiden Soeharto?" tanya Sintong.

Cerita Jasmin dikuatkan oleh Marsekal Muda TNI Teddy Rusdi yang menjabat Asisten Perencanaan Umum Panglima TNI. Dia mengatakan, rumahnya juga diintai oleh Prabowo. Pengintaian itu karena disangka di rumahnya sedang dilakukan persiapan gerakan kudeta oleh Moerdani.

Teddy sendiri tidak percaya Moerdani akan kudeta. "Apa Pak Benny orang gila, kok beliau akan melakukan coup d'etat?" ujarnya.

Sejak itu hubungan Sintong dan Prabowo sudah berubah dan terasa asing.
(nrl/iy)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads