Tapi Wiranto tegas-tegas membantah tuduhan itu. "Menyalahkan memang paling mudah," ujar Wiranto pada detikcom, Kamis (12/3/2009).
Dalam buku berjudul 'Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando' di halaman 36, Sintong menulis Jenderal TNI Wiranto harus memikul tanggung jawab atas kegagalan penanganan peristiwa Mei 1998. Kegagalan itu merupakan blunder terburuk dalam sejarah ABRI sejak 1945.
"Yang jelas kalau saya diamkan Indonesia sudah hancur lebur, dan mungkin demokrasi tidak seperti sekrang ini," bela Wiranto.
Capres Hanura ini juga menegaskan saat itu kerusuhan massal dapat dipadamkan hanya dalam tempo 2 hari dengan penanganan yang tepat.
"Dengan mendatangkan pasukan dari Jawa Timur, itu yang seharusnya diapresiasi," tutupnya.
(ndr/nrl)











































