Sekilas Tentang Masyarakat Pecinta Kereta Api

Sekilas Tentang Masyarakat Pecinta Kereta Api

- detikNews
Kamis, 12 Mar 2009 09:07 WIB
Jakarta - Kereta api adalah moda transportasi yang digunakan sebagai alat pengangkut manusia, barang, atau hasil produksi industri yang memiliki peran pendorong pertumbuhan perekonomian negeri ini. Selain itu kereta api adalah bagian dari infrastruktur untuk menghubungkan satu kota dengan kota lainnya.

Jika dibandingkan dengan moda transportasi lain, kereta api memiliki banyak keunggulan. Di antaranya mampu mengangkut penumpang dalam jumlah banyak, cepat, dan murah yang dapat menjadi pilihan utama bagi masyarakat urban.

Tingginya frekuensi kecelakaan kereta api di Indonesia membuat sejumlah wartawan anggota PWI Jaya Unit Perhubungan membentuk sebuah lembaga swadaya masyarakat yang diberi nama Masyarakat Pecinta Kereta Api (MASKA) pada 11 Maret 1993. Salah satu tujuan MASKA adalah memberi masukan kepada pemerintah dan penyelenggara kereta api di Indonesia untuk meningkatkan peran dan kualitas pelayanan bagi masyarakat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pecinta dari kata 'cinta' yang artinya suatu aksi kegiatan aktif yang dilakukan oleh manusia terhadap obyek lain berupa pengorbanan diri, empati, perhatian, memberikan kasih sayang, membantu, dan mau melakukan apa saja yang diinginkan oleh objek tersebut. Sehingga Maska tentu berjuang untuk hal yang positif pada perkeretaapian Indonesia," kata Ketua Umum MASKA, Soemino Eka Saputra, pada Munas ke-3 MASKA di Hotel Batavia, Jl Kali besar Jakarta Barat, Rabu (11/3/2009).

MASKA yang sudah berdiri selama 16 tahun ini terbuka bagi siapa saja yang mencintai kereta api. Tujuannya adalah untuk menciptakan komunitas insan pecinta kereta api guna mendorong perkeretaapian Indonesia menjadi sarana angkutan massal yang handal.

"Siapapun pecinta kereta api memiliki peluang yang sama untuk bergabung di Maska tanpa mengenal perbedaan," kata Soemino.

Untuk mewujudkan tujuannya, MASKA memilki misi menghimpun insan pecinta kereta api di dalam dan luar negeri. Maska juga mengembangkan kemitraan sesama organisasi pecinta kereta api, mencermati dan mendorong agar kereta api di Indonesia berkembang menjadi angkutan massal yang handal.

"MASKA juga  menciptakan dan mengembangkan komunikasi positif antara regulator, operator, dan pengguna jasa," imbuhnya.

Sebagai informasi, para pendiri dan penggagas yang terdiri dari sejumlah wartawan PWI Unit Perhubungan bersama prakstisi Humas Perum Kereta Api, antara lain wartawan Kompas Moch S Hendrowijono, wartawan Harian Terbit Azis Hehaitu, wartawan Harian Pelita Ali Nurdin, dan Kepala Humas Perumka Pusat Djokok Martodjo.

Pendirian MASKA dilatarbelakangi oleh keprihatinan insan pers berkenaan sering terjadinya kecelakaan kereta api yang merenggut korban jiwa dan harta benda seperti peristiwa kecelakaan KA Bintaro. Sebagai langkah kepedulian masyarakat terhadap kondisi kereta api, kegiatan MASKA antara lain turut mensosialisasikan UU No 13 Tahun 1992 tentang Perkeretaapian dan melakukan disikusi dan dialog tentang perkeretaapian. (mpr/sho)


Berita Terkait