"Bagi orang yang hendak menjalankan aksi serupa itu, tidak ada yang lebih membangkitkan minat daripada gambar semacam (yang di Alabama) itu. Orang seperti itu...sangat tertarik dengan deskripsi media atas peristiwa (yang terjadi di Alabama) itu," ujar Joachim Kersten dari Akademi Kepolisian di Muenster, Jerman Barat seperti dikutip Reuters, Rabu (11/3/2009).
Insiden penembakan massal itu terjadi di sebuah sekolah menengah di Winnenden, sebuah kota di barat daya Jerman. 11 Orang yang kebanyakan murid sekolah tewas akibat insiden tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jerman merupakan negara yang memiliki aturan ketat menyangkut kepemilikan senjata api. Untuk memperoleh izin memiliki senjata api, seseorang harus memenuhi kriteria tertentu, termasuk usia dan keahlian menggunakan senjata api.
Insiden ini sendiri bukanlah yang pertama di Jerman. Pada 2006, seorang pria bertopeng secara membabi buta menembaki sebua sekolah di kota Emsdetten dan melukai setidaknya 11 orang. Selepas menjalankan aksinya, pria itu lantas bunuh diri.
Pada April 2002, penembakan massal juga terjadi di sebuah sekolah atas di kota Erfurt. Akibatnya 17 orang tewas, termasuk sang pembunuh sendiri. (sho/ken)











































