"Basarnas hanya terkonsentrasi di Kepulauan Seribu (tabrakan kapal) saja," ujar Lusiana Tonbeng, kakak ipar dari salah seorang korban yang bernama Frediyanto Sunur kepada detikcom via telepon, Rabu (11/3/2009).
Dia berharap, pemerintah pusat juga membantu proses pencarian korban yang beberapa di antaranya adalah pengusaha asal Jakarta ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lusiana menceritakan, Bupati Yapen Waropen saat ini telah mengerahkan Tim SAR untuk melakukan pencarian, termasuk dengan mengerahkan speed boat pribadinya. Namun pemerintah pusat tetap diminta ikut membantu karena wilayahnya sangat luas.
Pencarian sebenarnya telah dilakukan pada tanggal 7 Maret. Namun menurutnya, hingga kini Tim SAR masih belum berhasil menemukan korban. Pencarian ini juga sering terkendala dengan habisnya stok BBM untuk speed boat. Sehingga sering dihentikan selama beberapa waktu. "Mereka sering kehabisan pasokan BBM," pungkasnya. (anw/iy)










































