"Saya tidak pernah mencurigai dia sebelumnya. Tapi sekarang setelah mengaitkan semua kejadian, saya merasa dia 100 persen bersalah," ujarnya seperti dilansir New York Times edisi 18 Februari 2009.
Salah satu sepupu Ali, Ziad Al Jarrah, lebih dulu dikenal dibandingkan Ali. Ziad yang 20 tahun lebih muda itu adalah salah satu dari 19 pembajak pesawat yang kemudian ditabrakkan ke menara kembar WTC dalam aksi teror 11 September 2001 lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ali sering meminjam uang untuk membeli rokok, terlihat seperti orang yang pas-pasan. Tapi, penyidik Libanon mengatakan Ali menerima lebih dari U$ 300 ribu (sekitar Rp 3,6 miliar) sebagai imbalannya bekerja untuk Israel.
Sekitar 6 tahun lalu, tetanggnya mengatakan, Ali membangun rumah tingkat tiga dengan atap terakota dan berpagar besi. Rumah itu termewah di desanya. Seekor anjing Jerman berjaga di depan rumahnya.
Dr Mosleh sempat bertanya kepadanya dari mana ia mendapatkan uang untuk membangun rumah itu. Ali menjawab bahwa ia mendapat kiriman uang dari anaknya yang tinggal di Brazil.
Jawaban ini terdengar masuk akal. Sebab, banyak imigran Libanon yang hidup di negeri seberang mengirim uang yang banyak bagi keluarganya di kampung halaman. (Rez/nrl)











































