Kapolri: Kami Tidak Pernah Hentikan Operasi Preman!

Kapolri: Kami Tidak Pernah Hentikan Operasi Preman!

- detikNews
Selasa, 10 Mar 2009 15:03 WIB
Kapolri: Kami Tidak Pernah Hentikan Operasi Preman!
Jakarta - Mabes Polri bertekad melakukan pembenahan di berbagai bidang. Aparat polisi yang terlibat narkoba dan judi tidak akan ditolerir. Polisi juga tidak akan pernah menghentikan operasi preman.

"Operasi premanisme tidak pernah kami hentikan, bahkan kami sekarang menindaklanjuti melakukan operasi street crime," kata Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri dalam pertemuan dengan pemimpin media massa di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (10/3/2009).

Namun, menurut Kapolri, operasi premanisme itu tentu tidak akan selesai dalam setiap periode. "Operasi ini akan terus dilakukan pada periode selanjutnya," kata dia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada kesempatan itu, Kapolri memaparkan bahwa Polri terus melakukan pembenahan dan perubahan internal dari tingkat pospol hingga Mabes. Kapolri menginginkan adanya perubahan kultur pada personel Polri. "Menerima hadiah, tidak boleh," tegas dia.

Kapolri juga terus berupaya agar ada peningkatan kesejahteraan pada diri Polri. "Jadi, nanti dalam upaya ke arah perubahan itu juga enak," kata dia. "Yang jelas, narkoba dan judi tidak akan kami tolerir," imbuh Kapolri. Kapolri juga menegaskan melakukan transparansi dalam penyidikan.

Mengenai Pemilu 2009, Kapolri menegaskan pihaknya siap mengamankan pesta demokrasi itu. Rencananya, Rabu (11/3/2009), Polri akan melakukan apel kekuatan persiapan Pemilu di seluruh wilayah Indonesia. "Besok, saya akan menjadi inspektur di Jakarta, Wakapolri menjadi inspektur di Jawa Timur," tegas Kapolri.

Polri juga telah memetakan wilayah yang rawan menjelang Pemilu 2009. Tiga wilayah yang dianggap paling rawan adalah Papua, Maluku, dan Aceh. Bahkan saat ini, jumlah aparat Polri telah ditambah ke kawasan Maluku. "Tapi, bukan berarti daerah lain tidak rawan. Kami akan terus memantau," tegas Kapolri. (asy/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini