Dukungan ini dilakukan dalam membantu grup di Facebook dengan alamat
http://www.facebook.com/group.php?gid=67772059154&ref=ts. Christov melakukan ini karena merasa sama-sama senasib dengan David, merantau di negeri Singa.
"Saya hanya simpati saja, kebetulan sama-sama tinggal di Singapura," kata penulis buku "Behind Indonesia's Headlines" ini, kepada detikcom, Senin (9/3/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pria berkacamata ini mengimbau media Indonesia untuk lebih dalam lagi melakukan investigasi kasus ini.
"Selama ini berita-berita di media Singapura yang ada sangat menyudutkan David dengan pola yang diatur seperti ini David anak jenius, keranjingan game sampai lupa tugas belajar, nilainya jeblok, beasiswanya dicabut, depresi, nekat menusuk profesornya, kemudian nekad bunuh diri," bebernya.
Chistov meminta bantuan media untuk melakukan check and recheck, serta investigasi lebih dalam. "Juga perlu dilakukan reposisi persepsi publik yang sudah terlanjur buruk terhadap mahasiswa Indonesia ini. Untuk menjaga citra Indonesia dan perlindungan warga negaranya," ujarnya.
Christov berharap pemerintah Singapura dapat segera mengungkap kasus ini dan
pemerintah Indonesia dapat berperan lebih aktif. (van/irw)











































