Institusi Polisi Dicatut Untuk Menipu

Institusi Polisi Dicatut Untuk Menipu

- detikNews
Selasa, 10 Mar 2009 05:33 WIB
Pekanbaru - Hati-hati dengan modus penipuan gaya baru. Mencatut institusi Polri menipu warga dengan mengaku mengalami kecelakaan lalu lintas.

Penipuan gaya baru dengan menggunakan HP ini dialami oleh keluarga Ahmad Husein warga Pekanbaru. Ahmad menceritakan, Senin (9/03/2009), adik iparnya Maduyun menerima telp dari seseorang. Suara telepon itu mengaku sebagai adik sepupunya Maduyun.

Duyun merasa memiliki sepupu bernama Samsul. Lantas Duyun bertanya apakah kamu adik sepupuku bernama Samsul. "Si penelpon lantas menjawab, iya, kak, saya Samsul," kata Husein.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Maduyun tidak curiga karena logat penelepon sama persis dengan adik sepupunya. Si penelpon tadi mengaku menabrak seseorang sehingga ditangkap Polantas dan dimintai uang berdamai. Tiba-tiba Maduyun curiga karena nomor yang masuk di Hp bukan nomor Samsul.

"Merasa curiga Maduyun mencoba menghubungi nomor Samsul yang tersimpan di telp genggamnya. Ternyata tidak aktif," kata Husein.

Setelah diketahui nomor tersebut tidak aktif, maka Maduyun semakin yakin kalau adiknya itu benar-benar menbrak orang. Tak lama setelah itu penelepon yang mengaku Samsul meminta mentransper pulsa senilai Rp 400 ribu yang menyebut untuk jatah polantas dan Kasat Lantas Poltabes Pekanbaru agar dia dibebasakan. Malah si penelepon berpura-pura nangis telah dianiaya Polantas dan dijebloskan ke dalam sel tahanan.

"Merasa kasihan akhirnya Maduyun mentransper pulsa ke nomor tersebut. Ada tiga nomor simpati yang diajukan si penelepon agar diisikan pulsanya yang katanya milik polantas," kata Husein.

Setelah ditransfer, ternyata si penelpon tadi meminta lagi dengan jumlah yang lebih banyak. Merasa curiga, lantas Husien melacak kebenaran soalย  kecelakaan tersebut.

"Sayang langsung pergi Kepoltabes untuk melacak kebenaran bernama Samsul ditahan pihak Lantas. Dari sana diketahui tidak ada kecelakaan sebagaimana cerita sipenelpon tadi," kata Husein.

Di sinilah terbongkar bahwa si penelepon bukanlah Samsul yang sebenarnya. Intinya hanya minta uang dengan cara menipu. Ini diperkuat lagi Samsul yang sesungguhnya bertemu dengan pihak keluarganya. Dia menyebut tidak ada kecelakaan, tapi mengaku sundah ganti nomor dan membuang kartu sim yang lama. (cha/irw)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads