Pembangkit ini diresmikan pengoperasiannya oleh Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil, Senin (9/3/2009). Pembangkit ini dapat menghasilkan daya mencapai 4 megawatt. Sebesar 2,4 mega watt dimanfaatkan untuk mengoperasikan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PTPN 4 Pabatu. Sedang sisanya 600 kilowatt lagi akan dijual kepada PLN.
"Dayanya diutamakan untuk kebutuhan pabrik, sisanya akan dijual ke PLN. Kerjasamanya sudah ditandatangani. Dengan begitu, diharapkan dapat mengurangi krisis listrik di Sumatera Utara," kata Sofyan Djalil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita mampu menghemat Rp 3,5 miliar per tahun," kata Dahlan.
Sementara Kepala Bagian Perencanaan PTPN 4 Pabatu Effendi Lubis menjelaskan, untuk menghasilkan uap yang akan menggerakkan turbin, tandan kosong kelapa sawit terlebih dahulu melewati proses pengolahan, dari pemisahan kandungan minyak dan air dari tandan, penghalusan hingga pembakaran di ketel uap. (rul/irw)











































