"Isinya enam, tapi dua kosong. Sedang diselidiki pengunaanya," ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Zulkarnain Adinegara saat ditemui wartawan di rumah korban di Komplek Brimob Blok E1 No 18 RT 02 RW 06 Pamulang, Tangerang Selatan, Senin (9/3/2009).
Dugaan tersebut juga dikuatkan dengan hasil otopsi dari forensik Rumah Sakit Polri. Tim forensik menemukan adanya luka di pelipis yang menembus hingga ke bawah kantung mata kanan korban.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak ditemukan proyektil di lokasi, sudah bersih," kata dia.
Rudi ditemukan tewas di dalam kamarnya pada pukul 13.00 WIB. Beberapa warga
mengatakan bahwa Rudi meninggal karena sakit.
"Katanya sakit liver, sudah lama. Istrinya juga waktu melapor bilang muntah darah," jelasnya.
Namun, beberapa warga mengatakan, warga sempat mendengar bunyi tembakan saat
kejadian. "Tapi kan di sini biasa dengar bunyi ledakan atau tembakan. Itu berasal dari mercon," tukasnya.
Rudi ditemukan pertama kali oleh istrinya, Theresia telah bersimbah darah di dalam kamarnya. Widodo, tetangga korban yang mendengar teriakan Theresia kemudian datang ke rumah korban.
Polisi yang tiba di lokasi kejadian kemudian membawa korban ke RS Polri untuk keperluan otopsi. Sementara itu, polisi juga mengamankan beberapa barang bukti dari tempat kejadian.
"Sprei yang berlumur darah, senjata revolver dan empat buah peluru serta selongsong 2 buah," tutur mantan Kapoltabes Aceh ini.
Hingga kini, jenasah Rudi maasih berada diRS Polri. Jasad almarhum Brigadir Rudy Wahyudi rencananya akan dimakamkan di Desa Caruban, Desa Adimulyo, Karang Anyar, Kebumen, Jawa Tengah.
"Malam ini rencananya akan dibawa ke Kebumen setelah proses otopsi selesai," tutupnya. (mei/irw)











































