Menkes Dorong Pertanian Obat Tradisional

Menkes Dorong Pertanian Obat Tradisional

- detikNews
Senin, 09 Mar 2009 22:50 WIB
Menkes Dorong Pertanian Obat Tradisional
Tawangmangu - Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari meminta masyarakat untuk ramai-ramai menanam tanaman obat tradisional. Lantaran hasil yang diperoleh sangat menguntungkan secara ekonomi.

"Pengembangan obat tradisional sangat prospektif bagi warga yang menanam (tumbuhan obat). Dapat menjadi sumber ekonomi baru," kata Menkes disela-sela kunjungan ke Etalase Tanaman Obat di Tawangmangu, Solo, Minggu (8/3/2009).

Nilai ekonomi tanaman obat tardisional cukup menggiurkan. Setidaknya, menurut data Depkes, lebih dari 3 juta orang terlibat dalam produksi dan distribusi obat tradisional. Sementara transaksi perdagangan obat tradisional mencapai RP 4 Triliun pertahun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Itu belum termasuk bakul jamu gendong, petani dan pengumpul tanaman obat," imbuh Siti Fadillah.

Pengembangan obat tradisional (herbal/jamu) dilakukan oleh Balai Besar Litbang Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TO-OT). Balai tersebut memanfaatkan lahan 15 hektare di lereng Gunung Lawu untuk menjadi laboratorium obat. Ribuan jenis tumbuhan obat dari seluruh Indonesia dan sebagian dari luar negeri ditanam. Tumbuhan tersebut diteliti untuk diketahui khasiat dan manfaatnya. (Ari/irw)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads