6 Siswa Ceko Wakili Indonesia ke Simulasi PBB

Prague Students Summit

6 Siswa Ceko Wakili Indonesia ke Simulasi PBB

- detikNews
Senin, 09 Mar 2009 16:55 WIB
6 Siswa Ceko Wakili Indonesia ke Simulasi PBB
Brussel-Praha - Sebanyak 6 siswa Ceko mewakili Indonesia dalam simulasi PBB di Praha. Pengetahuan mereka mengenai Indonesia ternyata mengejutkan.

Keenam siswa itu Ondrej Wagner, Lenka Smejkalova, Lukas Houska, Dana Dlapova, Tomas Konecny dan Leonid Kushnin. Mereka berasal dari Sekolah Menengah Atas Pardubice dan Plzen.

Dalam Prague Students Summit 2009, sebuah simulasi PBB untuk siswa yang berlangsung 3 hari (6-9/3/2009) di Balaikota Praha itu, mereka akan memainkan peran sebagai diplomat Indonesia di General Assembly, Security Council, Human Right Council, WTO dan ECOSOC.

Kegiatan tahunan ini diikuti 400 siswa terbaik untuk belajar diplomasi dan seluk-beluk hubungan internasional. Mereka akan mengikuti debat dalam sidang-sidang dan konferensi layaknya diplomat sungguhan, juga ada workshop. Selain itu juga akan dilakukan kegiatan tambahan seperti kunjungan ke berbagai kedutaan besar dan seminar.

Sebelumnya keenam diplomat belia itu telah beranjangsana ke KBRI Praha dan melakukan diskusi intensif mengenai posisi Indonesia atas masalah demokratisasi, terorisme, hak asasi manusia (HAM), energi, dan perkembangan situasi dalam negeri Indonesia.

"Mengejutkan. Dari diskusi itu terlihat bahwa ternyata pengetahuan mereka tentang Indonesia sangat baik," tutur Korfungsi Pensosbud Azis Nurwahyudi yang juga anggota PPLN Ceko, kepada detikcom di sela-sela bintek PPLN di Brussel, Minggu (8/3/2009).

Rupanya, lanjut Azis, mereka sebelumnya selama delapan bulan telah mempersiapkan diri untuk mempelajari Indonesia dengan dibimbing oleh pihak sekolah. Selama kegiatan di forum tersebut, keenam diplomat belia itu akan memakai pakaian batik sumbangan dari KBRI Praha.

Para diplomat belia itu mengungkapkan bahwa untuk mendapatkan hak mewakili Indonesia di forum tersebut tidak mudah. "Mereka mengaku harus bersaing dengan sekolah-sekolah lain yang tertarik pada Indonesia. Untuk itu mereka diuji karya tulis yang dinilai oleh panitia penyelenggara," tambah Azis.

Menurut Azis, para siswa itu juga mengatakan bahwa Indonesia menjadi salah satu negara favorit untuk wilayah Asia, karena peran besarnya saat ini di kawasan.

"Bagi kita, menjalin hubungan dengan generasi belia ini adalah investasi untuk pengenalan Indonesia. Mereka akan mengerti dan memahami Indonesia lebih baik, terutama jika mereka kelak menjadi pemimpin Ceko," demikian Azis. (es/es)


Berita Terkait