"Kita hanya minta keterangan saja dari mereka. Karena Nakodanya sendiri sudah tewas," kata Dirpolair AKBP Edion saat dihubungi wartawan, SeninΒ (9/3/2009).
Selain 5 ABK itu, polisiΒ telah memeriksa 6 orang ABK dari KM Rimba 3 pada Minggu 8 Februari 2009. Sedikitnya 4 orang ABK dari TB Harapan Indah juga turut dimintai keterangan seputar peristiwa tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
diduga akibat kelalaian manusia (human error). "Kalau bukan human error, tidak mungkin terjadi tabrakan ini," ujarnya.
Edion mengatakan upaya pengangkatan bangkai kapal tidak mungkin dilakukan. Selain karena kapal tersebut berat, biaya untuk mengangkatΒ kapal tersebut juga mahal. "Angkat bangkai tidak semudah itu," cetus dia.
7 Masih Hilang
Petugas Polair, Tim Basarnas dan TNI AL masih melakukan pencarian 7 orang ABK KM Rimba 3 yang hilang.
"Belum ditemukan karena mungkin terperangkap di dalam kapal," kata dia.
Edion mengatakan timnya akan terus melakukan pencarian terhadap 7 ABK tersebut. Pencarian akan dihentikan setelah 2 minggu. (mei/aan)











































