"Saya tidak bisa kasih keterangan wawancara," kata dr Rusdi ketika ditemui di rumahnya, Jl Rambutan, Samarinda, Minggu (08/03/2009) malam.
Menurut Rusdi, selain kapasitas dia bekerja untuk RS Islam, dirinya juga merupakan anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Kendati demikian, Rusdi
mengaku terkejut kalau kasus kematian Danuarta Wibawa, telah dilaporkan
orangtuanya ke Mapoltabes Samarinda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika dicecar pertanyaan mengenai kondisi badan Danuarta yang membiru sebelum meninggal dunia, Rusdi menyatakan Danuarta dalam kondisi baik-baik saja. Namun ia tidak menjelaskan apakah tindakannya sesuai prosedur operasional atau tidak.
"Sejak pagi tadi saya datang, tidak ada kelalaian. Hidup dan mati itu di tangan Tuhan,'' kilah Rusdi.
Sementara itu, Kasat Reskrim Poltabes Samarinda Kompol Yusep Gunawan juga belum bisa memberikan keterangan. Pihaknya masih mempelajari kasus tersebut.
"Kalau memang benar (kelalaian), itu kasus menonjol. Untuk sementara
saya belum terima laporan dari piket reskrim," kata Yusep.
(mad/mad)











































