Gabriel Sai (23) menuliskan kebetulan-kebetulan itu dalam blognya. "Dua kematian dalam waktu kurang dari sepekan?" tulis Sai di blognya. Sai merupakan pemuda kelahiran Ipoh, Malaysia yang juga sedang belajar di Electrical and Electronics Engineering (EEE) NTU.
Dituliskan Sai, dua orang yang berbeda kewarganegaraan itu mempunyai satu kesamaan, yaitu sedang aktif di laboratorium Infocomm yang sama di Electrical and Electronics Engineering, NTU.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Zheng asal China, adalah asisten dosen pada laboratorium S2-B3a-06.
Kebetulan belaka? Bisa ya, bisa tidak. Demikian tulis Sai dalam posting terbaru di blog pribadinya.
Sai juga mencantumkan pengakuan teman David mengenai saat-saat terakhir menjelang kasus dugaan penusukan profesor NTU dan bunuh diri yang menghebohkan itu.
Beberapa jam menjelang kejadian, David dilaporkan masih asyik bermain game Hammerfall di Facebook pada sekitar pukul 2 dini hari waktu setempat. "Kenapa pembunuh bermain game di malam sebelum insiden? Kalau saya jadi dia, saya akan serius memikirkan bagaimana saya akan menyiapkan diri saya besok?" tulis teman David tersebut.
Di akhir tulisannya yang berjudul "A conspiracy theory on deaths in NTU?", Sai menegaskan bahwa dirinya tidak bermaksud mencurigai apapun. Dia hanya menegaskan
fakta bahwa David dan Zhou meninggal dan keduanya berasal dari laboratorium
S2-B3a-06.
(lh/iy)










































