"Itu hanya manuver politik ketua umum saja. Tidak pernah ada rapat DPP yang membahas langkah politik PPP. Jadi, itu roadshow politik yang sebelumnya tidak diputuskan dalam rapat DPP sebagai disain politik PPP," kata Ketua DPP PPP Endin AJ Soefihara kepada detikcom, Minggu (8/3/2009).
Akibat manuver SDA yang tanpa diputuskan lewat rapat itu, lanjut Endin, banyak pengurus DPP PPP lainnya yang mempertanyakan langkah SDA. Namun mereka belum bisa berbuat apa-apa karena sebagai ketua umum, SDA mempunyai hak dan kewenangan mendinamisasi partai dengan langkah politiknya tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski banyak yang mempertanyakan, Endin mengaku mendukung langkah SDA yang berani bermain zig-zag. Harusnya, lanjut Endin, sebagai ketua umum partai tua yang memiliki basis massa yang jelas dan kursi DPR no 3, SDA bisa lebih agresif lagi.
"Kalau saya, langkah Surya sebagai ketua umum boleh dan sah-sah saja. Bahkan, itu masih kurang kalau melihat Surya mewakili nama besar PPP. Harusnya dia lebih agresif sehingga tidak terkesan menjadi followers, tetapi leader," papar Endin.
Selama ini, lanjut Endin, langkah SDA dinilai kurang efektif dalam membangun citra PPP sebagai partai besar. Akibatnya terkesan semua langkah SDA masih belum ada hasilnya. Padahal, dengan agresifitas dan kecerdasan bermain, SDA bisa mengangkat nama PPP menjadi partai yang tidak hanya disegani kawan tetapi juga lawan.
"Dia kurang kencang manuvernya sehingga hasilnya terlihat kurang efektif. Kalau dia lebih agresif, pasti partai-partai dan para capres akan memperhitungkannya," pungkas caleg DPR RI Dapil Banten 3. (yid/iy)











































