Kejanggalan tersebut diungkapkan teman David Hartanto semasa SD hingga SMA, Klemens Andrianto seperti dilansir dari blognya yang diposting Jumat 6 Maret 2009.
"Senjata yang ditemukan-pisau buah 10cm-ditemukan tanpa gagang, di manakah gagangnya? Mengapa tidak dilakukan analisa sidik jari? Jelas tidak mungkin menusuk seseorang tanpa menggunakan gagang pisau, jadi entah siapapun yang menusuk siapa, pasti ada gagangnya, namun pemberitaannya belum jelas," tulis Klemens.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kenyataannya, Prof Chan Kap Luk hanya dirawat sekitar dua hari di rumah sakit. Lagipula, tak ada bukti foto yang menjelaskan Prof Chan Kap Luk menderita luka tusukan di tangan.
"Patah buat nusuk siapa? Nusuknya pasti dalem dong kalau sampai patah. Kok dua hari (Prof Chan Kap Luk) bisa keluar (rumah sakit)? Nggak ada foto yang menunjukkan dia luka. Hanya difoto duduk di kursi roda dibalut tangannya, isinya apa kan nggak tahu," tutur Klemens gusar.
Berdasarkan informasi dari rekan David di NTU dan keluarga David Hartanto, Klemens pun menulis serangkaian fakta janggal dalam kematian teman lamanya itu di manusialempung.blogspot.com.
"Semuanya aneh," tukas Klemens. (nwk/ita)










































