Menurut sumber-sumber senior tersebut, AS telah menegaskan bahwa mereka tidak akan menyerahkan Hambali setelah penjara Guantanamo ditutup.
Dituturkan mereka, Hambali kemungkinan akan dipindahkan ke sebuah penjara di AS. Sebab Hambali merupakan satu dari 14 tahanan "bernilai tinggi" yang ditahan di penjara militer Guantanamo, Kuba.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Padahal selama ini pemerintah AS selalu menolak permintaan Indonesia untuk mewawancarai Hambali alias Riduan Isamuddin.
Menurut analis terorisme Sidney Jones dari International Crisis Group, kepulangan Hambali ke Indonesia akan menjadi masalah bagi pemerintah RI. "Dia akan menjadi selebriti... Dia akan menjadi titik penyemangat bagi kelompok militan Islam," tuturnya.
Hambali disebut-sebut sebagai pemimpin gerakan radikal Jemaah Islamiyah (JI) yang terkait jaringan Al Qaeda pimpinan Osama bin Laden. Pria Indonesia itu dituduh berada di balik serangkaian serangan teroris di Indonesia, termasuk serangan bom Natal tahun 2000, serangan bom Bali tahun 2002 dan serangan bom di Hotel JW Marriott tahun 2003. (ita/ita)











































