"Kami sekarang sedang menjangkau mereka. Kami menginginkan dialog," kata Stephen Bosworth, dalam lawatan pertamanya ke Korea Selatan (Korsel) seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (7/3/2009).
Bulan lalu Bosworth ditunjuk oleh Presiden AS Barack Obama sebagai perwakilan khusus AS untuk Korut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika ditanya wartawan apakah Bosworth akan berkunjung ke Korut atau menemui pejabat-pejabat Korut, Bosworth menjawab itu "hal yang pelik."
"Kami telah mengindikasikan posisi kami pada mereka mengenai peluncuran rudal atau peluncuran satelit atau apapun namanya menurut mereka. Kami pikir itu sangat tidak disarankan," ujar Bosworth.
Perwakilan khusus AS itu juga menyerukan pemerintah Korut untuk menghentikan semua ancaman terhadap pesawat-pesawat Korsel yang melintas di dekat wilayah terbangnya. Ditegaskan Bosworth, peringatan seperti itu tak ada gunanya.
"Saya pikir semua orang akan lebih senang jika mereka (Korut) menghentikan retorika seperti itu," pungkas Bosworth.
Beberapa hari lalu Pyongyang mengancam tidak bisa menjamin keamanan pesawat komersil Korsel di dekat wilayah terbangnya. Ini merupakan ancaman terbaru dari serangkaian ancaman yang dilontarkan Korut beberapa pekan terakhir. (ita/ita)











































