"Kita belum memutuskan dalam posisi apa mereka akan kita tawarkan pada partai politik. Keputusannya baru dibahas pada 9 Maret 2009 mendatang," kata adik kandung Gus Dur, Solahudin Wahid kepada wartawan di Jakarta, Jumat (6/3/2009).
Menurut Gus Solah, sapaan akrab Solahudin Wahid ini, antusias masyarakat mengikuti konvensi sangat baik. "Perdebatan dan pertanyaan masyarakat sangat tajam dan rasional," ungkapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam putaran akhir, Gus Solah menjelaskan, setiap kandidat diminta mengeluarkan daftar kabinet bayangan jika kelak mereka terpilih. "Memang tidak ada keharusan, tapi itu salah satu yang menarik," ucapnya.
Terkait persyaratan DIB terhadap peserta konvensi mengeluarkan susunan
kabinetnya, Bambang Sulistomo mengaku, mengapresiasi sebagai pendidikan politik yang mesti dilakukan oleh siapapun capres yang maju sejak jauh-jauh hari. "Saya belum menghubungi mereka lho, tapi mereka cocok duduk disitu," akuinya.
Menurut Bambang, dalam susunan kabinet yang diberi nama Kabinet Perjuangan Keadilan yang akan dibawa pada 7 Maret mendatang, mencantumkan sejumlah tokoh, di antaranya, Rizal Ramli sebagai Menko Ekuin. Selain itu, ada Suryadharma Ali duduk sebagai Menko Kesra. Muladi yang sekarang duduk sebagai Ketua Lemhanas ditempatkan sebagai Menko Polkam.
Yang menarik lagi, lanjut Bambang, dirinya juga mengajak Azis Q Mudzakkar, yang dikenal sebagai anak tokoh DI/TII Kahar Muzakar, sebagai Menteri PU. Dia juga mencantumkan bekas Ketua Partai Rakyat Demokratik (PRD) Budiman Sujatmiko sebagai Menteri Tenaga Kerja. Selain itu, nama Kwik Kian Gie dicantumkan sebagai Menteri ESDM, Tifatul Sembiring dari PKS sebagai Menteri Penertiban Aparatur Negara, Direktur RRI Parni Hadi sebagai Menkoinfo dan Ari Mardjono bekas tokoh Golkar sebagai Mensesneg.
(zal/ken)











































