Ungkapan miris ini disampaikan sejumlah warga Desa Balai Makam dan Desa Petani Kecamatan Mandau Bengkalis, Riau, atas konflik manusia Vs Gajah yang terjadi. Warga memang seakan pasrah kalau perkampungan mereka terus menerus disantroni belasan gajah liar.
"Bayangkan gajah itu sekarang di perkampungan kami yang setiap saat bisa melakukan penyerangan kembali. Bukan hal susah untuk membasmi gajah itu. Hanya saja kami juga tahu kalau membunuh gajah dilarang. Tapi masak kami terus dibiarkan begini tanpa ada solusinya," kata Irman Syarun warga Desa Balai Makam dalam perbincangan dengan detikcom, Jumat (06/03/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau gajah itu kembali mengamuk, jelas kampung kami rata dalam sekejap. Anehnya dinas kehutanan dan instansi terkait lainnya seakan tidak mau tahu dengan kondisi kami yang saat ini ketakutan," timpal tokoh masyarakat Mandau, Refri.
Warga saat ini memang tidak berminat untuk melakukan penyerangan balasan atas tewasnya seorang warga mereka dua hari yang lalu. Mereka berharap pemerintah membantu untuk mengusir gajah-gajah itu dari perkampungan itu.
Β
"Kita sudah pesan kepada masyarakat jangan ada yang membunuh gajah, walau warga kami sudah orang tewas diinjak-injak gajah. Namun di balik ini, mestinya pemerintah harus membantu kami bagaimana caranya agar gajah itu tidak lagi berada di perkampungan kami," kata Refri. (cha/djo)











































