"Pemerintah Singapura mulai menyampaikan bahwa David terjatuh dari lantai. Upaya koreksi sudah dilakukan pemerintah Singapura," ujar jubir Deplu Teuku Faizasyah di Deplu, Jl Pejambon, Jakarta Pusat, Jumat (6/3/2009).
Otoritas NTU, seperti dilansir The Straits Times, Senin (2/3/2009) lalu, menyatakan David melompat dari gedung. Bahkan diberitakan juga David menyayat pergelangan tangan kanannya sendiri sebelum melompat dan tewas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keluarga David mempertanyakan kejanggalan dalam kematian David, terlebih di lengan mahasiswa cerdas tersebut tidak ada luka tusuk. Luka justru ditemukan di leher David. Keluarga mendesak KBRI melakukan investigasi kasus tersebut. DPR juga mendesak pemerintah tidak bersikap masa bodoh.
Menurut Faiz, biasa dia dipanggil, sampai saat ini perkembangan kasus David sudah memasuki proses investigasi. Meski demikian pemerintah Indonesia tidak mencampuri proses hukum di Singapura.
"Kita menghormati proses hukum yang ada di Singapura. Dan kita akan memonitor proses investigasi," tegasnya.
Faiz menjelaskan, pemerintah tidak tinggal diam terhadap kasus David. Pemerintah sudah memberikan bantuan-bantuan kepada pihak keluarga David.
"KBRI selalu membantu dan juga untuk kasus ini terlalu banyak interpretasi yang beragam, jadi kita menahan diri. Tapi untuk bantuan dari pemerintah sudah sampai memfasilitasi saat kunjungan keluarga," pungkas dia.
Ingin diskusi mengenai kematian David, silakan klik: Pro Kontra!
(nik/iy)











































