Hal itu diungkapkan pejabat senior antiteroris RI dan sumber-sumber kepolisian negara Barat seperti dilansir harian Singapura, Straits Times, Jumat (6/3/2009).
Sumber-sumber tersebut mengkonfirmasi bahwa pertemuan itu terjadi sekitar dua pekan lalu. Atau berdekatan dengan waktu kedatangan Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton ke Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tim Indonesia yang datang ke Guantanamo mencakup seorang kolonel polisi dari unit Densus 88 dan agen-agen Badan Intelijen Nasional (BIN).
Hambali yang bernama asli Riduan Isamuddin disebut-sebut sebagai pemimpin gerakan radikal Jemaah Islamiah (JI) yang terkait jaringan teroris Al Qaeda. Dia ditangkap di Thailand pada tahun 2003 lalu yang kemudian diserahkan ke otoritas AS dan ditempatkan di penjara Guantanamo. (ita/iy)











































