Kiai yang dikenal kaya raya itu tiba di Mapolwiltabes, Jl dr Sutomo, Semarang, Jawa Tengah, sekitar pukul 09.40 WIB, Jumat (6/3/2009). Dia datang dengan menumpang sedan BMW mewahnya yang berwarna biru dan atap terbuka . Kacamata dengan lensa berwarna merah bertengger di hidungnya.
Namanya juga kiai kaya, Syekh Puji datang dengan dikawal sekitar 10 pria berbaju loreng mirip tentara. Sejumlah koleganya juga tampak menemani.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kasus saya ini sudah di-blow up secara nasional. Jadi biar transparan dan biar semua orang tahu saya bersalah atau tidak," ujar Syekh Puji.
Namun petugas enggan menuruti permintaan nyeleneh pria nyentrik tersebut. Penyidik tetap meminta Syekh Puji masuk ke dalam ruang pemeriksaan. Setelah sedikit berdebat, Syekh Puji akhirnya bersedia diperiksa di ruang Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).
Hingga pukul 11.00 WIB, pemeriksaan terhadap Syekh Puji masih berlangsung. Sambil menunggu proses pemeriksaan berakhir, para pengawal Syekh Puji yang berseragam loreng itu menyantap nasi kotak. (try/djo)











































