"Semua pendidikan di sekolah dan bangsa ini jangan hanya mengunggulkan otak, tapi watak juga," ujar pengamat pendidikan Arief Rachman kepada detikcom, Kamis (5/3/2009) malam.
Menurut Arief, jika benar David bunuh diri karena nilainya anjlok, maka ada yang salah dalam pendidikan yang selama ini diikutinya. Idealnya, seorang anak harus memperoleh keseimbangan antara ilmu spiritual, emosional dan intelektual.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekolah-sekolah di Indonesia saat ini harus mulai mengembangkan kemampuan anak dalam melakukan toleransi terhadap ketidaksempurnaan. Selama ini, kata Arief, guru masih terlalu berat menuntut anak untuk berbuat tidak salah.
"Anak-anak malah lebih rela diam daripada bicara tapi salah. Harus diajarkan juga sikap sportif saat mengalami kekalahan," pungkasnya.
David adalah mahasiswa Universitas Nanyang Singapura yang diduga menusuk profesornya Chan Kap Luk (45). Mahasiswa tingkat akhir itu ditemukan tewas setelah diduga bunuh diri dengan meloncat dari lantai 4. Kini jenazah David sudah dikremasi dan abunya disebar ke laut. (mad/nrl)











































