Morris merupakan terpidana mati ke-10 yang dieksekusi tahun ini di Texas. Pria itu divonis mati atas pembunuhan tahun 1991.
Morris dinyatakan meninggal pada Rabu pukul 18.16 waktu setempat, atau delapan menit setelah dia menerima suntikan mati dan satu menit setelah dia menyampaikan pernyataan terakhirnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya harap Anda semua bisa memaafkan saya. Saya berdoa Anda semua bisa memaafkan saya... saya siap pulang ke rumah," imbuh Morris seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (5/3/2009).
Morris dinyatakan bersalah atas pembunuhan seorang pria di dalam rumahnya saat berlangsung aksi perampokan bersama dua temannya. Di pengadilan terungkap bahwa Morris menembak mati pria itu tanpa alasan apapun. Padahal dia telah menyerahkan uang sekitar US$ 1.800 yang dimilikinya di rumah.
Istri korban bersembunyi di kloset selama perampokan itu. Wanita itu lolos tanpa cedera apapun.
Morris merupakan terpidana ke-16 yang dihukum mati di AS dan ke-10 di Texas tahun ini. Texas merupakan negara bagian AS yang paling banyak melakukan eksekusi, yakni 433 kali sejak tahun 1976. Di tahun itu Mahkamah Agung AS kembali memberlakukan hukuman mati. (ita/iy)











































