KNPI Versi Bali Beberkan 9 'Dosa' Doli

Buntut Kisruh KNPI

KNPI Versi Bali Beberkan 9 'Dosa' Doli

- detikNews
Kamis, 05 Mar 2009 15:32 WIB
KNPI Versi Bali Beberkan 9 Dosa Doli
Jakarta - Kisruh di tubuh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) kian memanas. Kubu KNPI Kongres Bali membeberkan 9 kesalahan Ketua Umum KNPI Kongres Ancol, Ahmad Doli Kurnia.

9 Kesalahan Doli itu disampaikan Ketua Umum Angkatan Muda Kabah, Safrudin Anhar, dalam jumpa pers di Restauran Bebek Bali, Taman Ria Senayan, Jakarta, Kamis (5/3/2009).

Pertama, Doli sering mengatakan Musyawarah Perwakilan Paripurna (MPP) tidak mempunyai kewenangan memberhentikan ketua umum. Padahal sebenarnya bisa.
Kedua, Forum MPP tidak memberhentikan Hasanuddin Yusuf dari jabatannya sebagai ketua umum.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketiga, Doli juga salah satu dari sekian pengurus DPP KNPI yang ikut mendukung Kongres Bali. Keempat, dalam persiapan Kongres Bali di Ancol, Doli tidak melibatkan diri.

Selanjutnya kelima, Doli mengeluarkan mandat kepada 2 orang pengurus organisasinya untuk menjadi peserta kongres ke-12 KNPI di Bali. Keenam, tidak ada dualisme kepengurusan di KNPI seperti yang dikatakan Doli. Ketujuh, pertemuan KNPI tingkat nasional memang membutuhkan undangan karena bukan merupakan pertemuan pemuda yang berasal dari jalan atau pasar.

Kedelapan, pertemuan Bandung sebagai upaya penyelesaian masalah justru dicederai oleh sikap Doli. Kesembilan, pertemuan Bandung juga tidak memilih Azis Syamsudin.

Dalam kesempatan yang sama, Sekjen KNPI, Sayed Mohammad Mulyadi meminta Doli berjiwa besar, dan tidak memutarbalikan fakta insiden penyerangan 26 Februari 2009.

"Sikap Doli itu banyak bohongnya. Dia mengatakan, kita menyerang. Padahal, gedung tersebut sudah kita kunci sejak tanggal 18 Februari," kata Sayed.

Kemudian, lanjut dia, oknum-oknum tidak dikenal yang mengaku berasal dari OKP menyerang 'kubunya'. "Kejadian sebenarnya kami dihadang kelompok orang tidak dikenal itu dan mereka yang menusuk kami duluan," lanjut dia.

Sayed berharap Doli dapat lurus kembali. "Apabila tidak mengindahkan apa kata teman-teman OKP, kami akan laporkan ke polisi," ujarnya. (aan/iy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads