Sepanjang penyusuran detikcom dari Pluit sampai Cilincing, muara sungai telah menampakan gejala pendangkalan. Kali Pluit, Sunda Kelapa, Lodan, Sunter, telah tergenang lumpur hitam. Dalam 3 hari terakhir lumpur itu muncul ke permukaan saat air sungai surut akibat debit air turun.
"Biasanya lumpur cuma sedengkul sekarang sampai paha," kata Ison (22), seorang pemulung yang sehari-hari berkutat dengan lumpur di sungai Lodan, Jakarta Utara, Kamis (5/2/2008).
Pendangkalan tersebut diperparah dengan sampah rumah tangga yang terbawa arus sungai. Meski beberapa titik sudah dibangun pintu air yang juga menjadi saringan sampah, limbah domestik tersebut masih terbawa ke muara.
"Ini perlu seharian membersihkan sampah. Areanya cuma segini (30x70 m)," kata Eki (25) petugas dari Suku Dinas Kebersihan Pemprov Jakarta Utara.
Warga berharap, sebelum musim hujan selesai, dilakukan pengerukan lumpur secara berkala. Kondisi itu untuk mengantisipasi pendangkalan yang lebih parah.
"Kalau nggak dikeruk-keruk yang kena kita juga. Airnya naik ke rumah-rumah," pinta Zainudin (45) Ketua RT 14/12, Koja, yang berdekatan langsung dengan muara Sungai Sunter. (Ari/iy)











































